Sunday, May 10, 2009

Nikah Beda Agama

Baru aja gw dapet info dari si Ratu Lebah kalo salah satu senior gw di SMA mo merit. Pasti pada bingung deh kenapa ada orang merit aja musti dihebohin...

Karena.... dia merit nya sama pribumi en Islam. Si senior gw tu cewe cina en Kristen. Well, bukan bermaksud rasis tapi realita yang terjadi di masyarakat kan emank begitu. Yang nama nya pernikahan cina dengan non cina, pasti menjadi bahan perbincangan sekampung (and i'm pretty sure that goes both ways, dibincangin ama yg cina en yang non cina juga). Di tambah dengan beda agama (yang juga umum sekali menjadi bahan polemik publik). Si senior gw ini seinget gw merupakan salah satu anggota aktif di persekutuan siswa kristen gtu.... Apa gerangan yang terjadi?

Yah, itu mah urusan dia en suami nya lah ya, sebagai junior nya (gw ga kenal, cuma tau tau doank), wish her all de best :)

Nah.... yang menjadi bahan perbincangan gw en si ratu lebah bukan lah tabu atau tidak nya hal itu terjadi. Tapi bagaimana seseorang mau merubah agama nya demi sebuah pernikahan.

Menurut Ratu Lebah, misal nya seorang Kristen, menikah dengan adat islam (ber ijab kabul en syahadat dll) berati secara ga langsung dia uda convert dari Kristen ke Islam. Lalu dia mempertanyakan, kok orang tuh mau seh merubah agama nya (yg notabene hak nya yang paling asasi) demi kekasih/soon to be pasangan hidup nya.

Menurut pendapat gw, yang nama nya prosesi/seremoni pernikahan itu kan cuma sebuah acara. Tidak ada hubungan nya dengan kepercayaan yang dianut nya. Seluruh rangkaian kata kata yang diucapkan itu tidak merefleksikan kepercayaan diri nya terhadap agama yang dianut nya. Jadi menurut gw, sah sah saja.... Pernikahan beda agama bukan berati salah satu nya merubah agama nya mengikuti agama yang satu lagi kan?

Bagaimana pun juga, itu kan kembali ke pribadi masing masing yang menjalankan nya....

Bagaimana seh pendapat loe orang? Ditunggu comment nya hehe

4 comments:

  1. gua juga rada gimana gitu ama orang yang merubah agamanya demi seseorang, better he/she does it because of Him. But, it's all coming back to them :)

    ReplyDelete
  2. yu yup setuju... ga perlu ganti kepercayaan deh, toh itu urusan pribadi masing masing :)

    ReplyDelete
  3. Believing is choosing, when we open our mind and our heart,than you will find the deepest thing, bless you was born in nice and same believe in one family,, I guess so..,but did you will believe that if you are not born surounding by same believe in a family?you will believe with what you believe know? nobody knows only you with your believing God's,find in your heart by learning and not blaming, I also do, even in learning proccess..btw my father is chinesee and my mother is Javanese,both believe in what they believe,and I also believe what I believe, even my father pass over already,,nice to know you.. Stempel tidak menandakan isi surat,tapi untuk mengetahui dari mana surat itu berasal..

    ReplyDelete
  4. Yang penting kan pribadinya masing-masing. Setuju d ama km !

    ReplyDelete