Pages

Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

Wednesday, November 24, 2010

Life As We Know It

Life As We Know It merupakan romantic comedy terakhir yang masuk ke Indonesia. I watched this a few weeks ago but forgot to review bout it :p At first, I heard bad review bout this from a friend, saying that although funny and nice at the beginning but the movie is getting boring in the end. As an avid rom-com/Heigl fans, I decided to watch it :p


Cerita nya tentang Holly Berenson (Katherine Heigl) seorang pemilik bakery cantik tp sedikit neurotik yang ga laku laku. Nahh dikenalin lah dia sama Eric Messer (Josh Duhamel), seorang playboy slengean. Secara mereka berdua bertolak belakang, gagal lah mereka berkencan... Tapi perjalanan nasib berkata lain, mereka terpaksa mengasuh anak teman mereka BERSAMA. Trus apa jadinya tu anak?????


Kedua pemeran utamanya seh ga usa diragukan lagi... Katherine Heigl is now the reigning queen of romantic comedy!! I love her, love love her. She's pretty, she's funny and she is the strongest contender to be the next Sandra Bullock. Josh Duhamel sebenernya punya segala potensi jadi rom-com star tapi kok gw ga tralu demen ya. Kayanya dia lebi cocok jadi aktor serius daripada rom-com gitu... Yah disini seh dia jauh lebih baik daripada di When in Rome tapi tetep aja, kurang bisa ngimbangin Heigl menurut gw.


Dari segi cerita, walopun agak cliche (neurotic pretty chic meets handsome bad boy) tapi karena dikasi twist ada baby jadi nya lebi fresh. One thing I like about it is the movie is not how Holly and Messer fall in love but about how they become a family. Si baby nya disini bukan tempelan doank, jadi bagian penting dari ceritanya. Untuk hal-hal lainnya seh seperti layaknya rom-com, sweet and romantic in several scenes, boring and cliche in more scenes.


It's a good movie but not great. A nice date movie or to hang out with friends :)

Like a bowl of vanilla sundae, you already know how it tastes (sweet and comforting but boring) yet u still crave for it :)

Rating:7/10

Sunday, November 07, 2010

R.E.D

Back with movie reviews :) Bukannya ga mau nulis movie reviews lagi nih tapi emank dr. B lagi sibuk bangettttt, jadi emank kaga nonton :( tapi minggu depan dr. B libur!!! yayyy, siap siap nonton semua film di bioskop hehehehe.


R.E.D bercerita tentang Frank Moses (Bruce Willis) seorang pensiunan CIA yang pengangguran. Setiap hari kerjaannya cuma nungguin cek pensiunnya kemudian menelpon Sarah (Mary Louise Parker) petugas di badan pensiun. Suatu hari, tiba-tiba dia mau dibunuh oleh sekelompok orang. Nah... Untuk mengetahuinya, dia pun menemui teman-temannya dulu, Joe Matheson (Morgan Freeman) Marvin Boggs (John Malkovich) dan Victoria (Hellen Mirren). Bersama-sama mereka berusaha menemukan penyebab semua kekacauan itu.



Menurut dr. B this one is quite good. Finally, a real action movie. Bruce Willis emank ga ada matinya jadi aktor action ya, dengan dia nongol aja kayanya dijamin tu film bakal keren. Dengan jajaran cast laennya yang keren itu, R.E.D menjadi sebuah tontonan action yang bukan hanya seru tapi smart and classy. Bukan cuma tembak-tembakan, darah dan ledakan tapi ada witty comedy dan funny expressions dari masing-masing karakter, detail yang ga penting tapi ngasi nilai tambah ke film ini. Seru tapi santai gitu filmnya, enak bgt nontonnya

Soal adegan actionnya seh sebenernya biasa aja but that's what I like about it. Bukan sesuatu yang lebai dan hard to believe tapi some old school CIA stuff with current technology. Plot cerita nya juga standar, walaupun dikasi twist di belakang tapi agak ketebak sih.. Yah lagian film action gitu, ga penting juga kan ceritanya, yang penting seru!


It's recommended :) I like this movie.It's fun and entertaining, the core of top notch action flick


It's like a combo meal in KFC. U already know how it taste but U still enjoy every crunchy delicious bite of it :)
Rating: 7.5/10

Wednesday, September 29, 2010

The Last Exorcism

It's been a while patients since I posted my last movie review here :) It's not that I didn't want to but I don't have the time to watch movies!!! Grrrrrr.... At last, I got 2 days off so I watched this movie :)

The Last Exorcism uda mencuri perhatian gw pas gw liat posternya. Keren banget ga seh tu poster, creepy and cool at the same time!


Ceritanya tentang seorang pastur bernama Cotton Marcus (Patrick Fabian). Si pastur ini adalah seorang pendeta handal dan juga seorang exorcist. Tapi sebenernya, dia sendiri meragukan iman serta tidak percaya kan praktek exorcism. Semua nya itu dia lakukan karena dia good at it and he needs the money. Suatu hari, dia dapet surat yang kemudian membawanya bertemu dengan Nell (Ashley Bell) seorang gadis kecil yang dicurigai ayahnya kerasukan setan. Akan tetapi, disana si pastur menemukan beberapa keanehan... Akankah kali ini dia akan melakukan exorcist yang sebenarnya?

Sebagai sebuah film, menurut gw film ini MEMBOSANKAN. Dengan gaya documentary, kita dibawa ngeliat latar belakang hidupnya si pastur sampe kemudian kejadian kejadian di rumahnya si Nell itu, semua dalam gaya documentary. IMO, it's boring, it's tiring and kinda made me lost interest in the movie. Suasana menyeramkan yang dicoba untuk dibangun tuh jadi ga berasa karena ampir stega film itu flat. Kemudian menjelang akhir, mulai naek dan dengan mega twist di akhir film (yang aneh) film pun diakhiri.



Performa pemaen pemaennya seh oke lah... Ashley Bell sangat meyakinkan sebagai seseorang yang kerasukan setan. Mantap lah.. Si pastur nya seh biasa banget, kurang ekspresif sedikit tapi uda oke lah. Yang gw suka dari film ini adalah semua adegannya berjalan smooth walopun documentary style gitu. Script nya bagus lah... Every little detail kayanya dipikirin dan berjalan sebagaimana mestinya.



Untuk pengemar film horor, menurut gw kurang horor. Jadi gimana ya, nanggung banget deh

Verdict: Kaya mesen es jeruk di restoran ga jelas, nyedot nyedot berasanya es jeruk yang tawar ga jelas trus pas akir, berasa sirup rasa jeruk tp ga enak sirupnya.

Rating: 5/10

Thursday, August 26, 2010

The Expendables

Stallone is back!!!!!!!!!

The Expendables adalah proyek stallone yang menyatukan banyak sekali bintang laga dari taon 90 an en 2000an. Dengan jajaran casts nya yang mengkilap, alhasil film ini jadi must see movie di Jakarta 2 minggu terakhir.


Ceritanya seh ga usa dipikirin lah... Mudah ketebak dan cliche cliche cliche. Diceritakan ada sekolompok mercenary yang menamakan dirinya The Expendables. Dikepalai Barney Ross (Sylvester Stallone) dengan anak buah nya Christmas (Jason Statham), Ying Yang (Jet Li), Gunner Jensen (Dolph Lundgren), Toll Road (Randy Couture) dan Hale Caesars (Terry Crews). Suatu ketika, mereka diminta untuk membunuh seorang jendral di Pulau Vilena. Jenderal keji tersebut bekerja sama dengan seorang Amerika memperbudak hidup penduduk pulau tersebut. Dengan bantuan Sandra (Giselle Ltie), mereka berhasil masuk. Namun ketika Sandra tertinggal, Ross pun kembali untuk menyelamatkannya.


Sebuah cerita yang sudah berulang kali diulang tp tetep aja kita tonton. Well.... Buat yang protes kalo film ini ga ada ceritanya, ya emankkkkkk. Namanya aja film action, kalo mo nyari cerita ya ntn film drama kaleee. Menurut gw ini film bagus! Seru abis.. hahahaha

Diperlukan kerja otak kira2 0.5% untuk menonton film ini. Semua nya merupakan hal simpel en terkadang bodoh. Liat aja nama karakter2 nya, penting ga seh nama Toll Road???? Yahh toh yang kita liat kan tembak-tembakan serta ledakan ledakan ala Rambo nya :)


Yang paling gw suka disini adalah Jet Li!!! He's like the buffer of this movie. Ketika uda mulai too much action, he comes with some stupid yet funny dialogue that refreshes our mind. Of course yang paling menonjol di sini adalah Stallone (dan alisnya... geez.... ). Tapi Statham juga lumayan mendominasi. Man, that guy has a very strong screen presence.


Overall, a testosterone movie which was very entertaining!

Verdict: Like a table at a Padang restaurant. U got urself spicy rendang, hot dendeng balado, crispy fried chicken and a lot more. Get em all coz they will rock ur palate!

Monday, August 09, 2010

Killers


Katherine Heigl is back!!!

Dalam Killers, Heigl berperan sebagai Jen, seorang wanita yang baru saja berpisah dengan kekasihnya. Dalam sebuah liburan di Nice, dia bertemu dengan Spencer (Ashton Kutcher). Pertemuan singkat itu memberikan cinta baru kepada Jen yang sudah lelah dibohongi oleh pria. Dalam Spencer, Jen menemukan cinta sejatinya. Tapi ternyata, Spencer menyimpan sebuah rahasia besar dalam hidupnya....


I love Heigl!! She's like the new Aniston, even better!!! Memukau dengan penampilannya di Grey's Anatomy dan perlahan tapi pasti menjadi ratu rom-com baru, Heigl dengan sukses mengkombinasikan wajah cantik nya serta kepribadiannya yang ceria tapi sedikit neurotik di semua filmnya. Personally, gw ga suka Kutcher. Dari That 70's Show sampai kiprahnya di Punk'D, makin membuat saya membencinya. Just another pretty face in Hollywood yang lebai. Tapiiii, di Killers bole lah.. Chemistry sama Heigl nya jalan en dia ga selebai di film laennya.


Harus diakui, dengan jadwal rilis yang berdekatan, Killers akan langsung kita bandingkan dengan Knight and Day. Sama-sama menawarkan komedi romantis dengan sentuhan action, menurut saya Killers masih sedikit lebih baik. Heigl-Kutcher menjadi kekuatan utama (mungkin kekuatan satu-satunya) dari film ini. Well, bukankah itu rumus nya rom-com? Hadirkan sepasang pria dan wanita bertampang di atas rata2, tambahkan adegan2 romantis dan lucu, jadilah rom-com. Dalam kasus ini, Killers lebih sukses dari Knight and Day.


Kehadiran Tom Selleck dan Katherine O'Hara sebagai bokap en nyokapnya Jen memberikan sentuhan yang manis pada film ini. Emank beda ya kalo uda senior, cuma nongol aja uda berasa ada sesuatu yg beda.

Sayang sekali film ini sangatlah datar. Sangat sangat datar... Tidak ada adegan lucu yang bisa memancing saya tertawa, tidak ada adegan romantis yang so sweettt dan definitely, tidak ada adegan seru. Sampai akhirnya, film ini hanya sebuah tontonan, sarana bagi kita untuk melihat Heigl dan Kutcher. That's it


Verdict: Seperti makan sebuah yoghurt yang dipenuhi berbagai topping buah-buahan aneka warna tapi ketika dimakan buah nya tawar dan yoghurt nya tidak ada rasa.

Rating: 6.5/10

Monday, August 02, 2010

SALT

Who is Salt?


Itu adalah pertanyaan paling nge-trend minggu lalu secara film terbaru nya Jolie, Salt, nongol di bioskop. Dengan trailer yang lumayan keren, si Salt ini uda masuk ke dalam rencana nonton gw sejak bbrp minggu yang lalu

Cerita adalah tentang seorang agen CIA bernama Evelyn Salt (Angelina Jolie). Sebagai salah satu agen andalan CIA, dia ditugaskan untuk menginterview seorang pembelot dari Rusia. Di tengah wawancara nya, dia mengatakan kalau ada mata-mata Rusia di Amerika. Mata-matanya bernama Salt....

Diliat dari cast nya seh sangat meyakinkan! Jolie adalah sebuah jaminan sukses bagi sebuah film terutama yang genrenya agak action. Siapa lagi seh aktris Hollywood yang bisa se-tough Jolie (and she managed to look hot!) Well... Beckinsale dan Jovovich come close but still, mommy Angie rules! Liev Schreiber sebagai Ted Winter, partner kerja Salt di FBI lumayan meyakinkan tapi tetap sekelas di bawah Jolie. It's like this whole movie is about her, bravo Jolie.


Ceritanya lumayan klise... Memang pada awal film keliatannya ada twist baru dalam hal film secret agent gini tapi makin ke belakang makin cliche.. Kelemahan terbesar nya adalah jalan ceritanya yang biasa saja tapi tidak realistis. Adegan action yang diumbar sepanjang film juga biasa saja, tidak ada sesuatu yang baru. Untung saja film ini berhasil menjaga voltage nya sehingga ga terkesan boring. Dan sekali lagi, dia harus berterimakasih sama Jolie..


Walaupun begitu, film ini termasuk dalam 5 film favorit gw di summer 2010, secaraaaaaa summer ini film nya sampah semua. Heran gw, parah bener ya. Tinggal Airbender dan Killers nih minggu ini.. I don't expect much deh

Rating: 7.5/10

Friday, July 23, 2010

The Sorcerer's Apprentice


Thanks to Muara Karang yang mati lampu mulu minggu ini, kerjaan gw adalah nonton semua film yang ada di bioskop. Karena gw males pulang, gw ngajak anak2 nonton The Sorcerer's Apprentice en makan Jala Jala :)

The Sorcerer's Apprentice menceritakan tentang seorang anak bernama Dave (Jay Baruchel) yang merupakan penerus dari Merlin, si penyihir sakti. Dengan bantuan gurunya, Balthazar (Nicholas Cage), Dave harus menghancurkan penyihir jahat, Morgana...


Jay Baruchel lumayan bagus maennya jadi seorang geek yang bingung dengan nasib nya,, Nicholas Cage untungnya ga jelek jelek amat, walopun tetepppp gw bingung kenapa juga harus Nicholas Cage. Emank ada potongan penyihir ya tu orang? Uda ekspresinya selalu datar (kecuali kalo lagi mau mengeluarkan muka muka bodoh yang tidak menambah kelucuan nya...)

Dengan cerita yang sangat sangat simpel dan predictable, film ini merupakan sebuah fulm yang sangat sangat dan sangat ringan. Alur cerita yang kurang stabil (bentar cepet bentar pelan) sedikit menganggu ketika nonton film ini tapi ga merusak kesenangan menonton nya sih :) Toh dari film kaya begini, yang diharapkan bukan ceritanya tapi keseruan menontonnya


Cerita penyihir-penyihir gitu emank memiliki daya tarik tersendiri.. Walaupun gw tau film seperti ini ga akan menawarkan sesuatu yang WOW tapi tetep aja gw pengen nonton. I like this movie hehe Kekurangannya adalah joke joke hambar yang diumbar di sepanjang film... Mungkin kalo lebih lucu, ini film bisa lebih bagus. Visualisasi nya uda keren, jauh lebih baik daripada Percy Jackson...


One thing that bugged me is the plasma ball. Come on... itu plagiat kamehameha banget deh... Ga bisa apa cari ide laen yang lebi keren????


Sebuah film yang cocok ditonton kalo lagi bosen :)

Rating: 7.5/10

Tuesday, July 20, 2010

Inception


Inception dengan suksesnya menempatkan diri sebagai film terbaik menurut dr. B di tahun 2010. C.O.O.L!!!!!!!!

Film ini menceritakan tentang Cobb (Leonardo DiCaprio) seorang extractor atau mencuri mimpi. Dengan bantuan rekan setim nya, Arthur (Joseph Gordon Levitt), dia berusaha mencuri informasi rahasia dari Saito (Ken Watanabe) melalui mimpinya. Tiba-tiba, Saito menawarkan sebuah penawaran yang sangat menarik kepada Cobb. Untuk menjalankan misinya, Cobb merekrut Ariadne (Ellen Page), Eames (Tom Hardy) dan Yusuf (Dileep Rao). Bagaimanakah kelanjutan misi tersebut? Lalu bagaimana nasib Mal (Marion Cotillard)?


Aduhh, sumpa gw bingung gimana mau ngereview film ini. Pokoknya KEREN ABIS!!! Nolan sebagai sutradara sukses membawa kita kedalam labirin ciptaannya yang tidak ada ujungnya itu. Kompleksitas cerita dari Inception berada di level tertinggi dari yang tertinggi. If you think that Ghost Island is full of twist, think again.

Kejutan demi kejutan nongol dari setiap pergantian scene. Ide yang brilian serta fresh, dikombinasikan dengan eksekusi yang prima menjadikan film ini sebuah thriller yang memaksa semua penonton nya untuk tetap di kursi bioskop, tanpa ngemil dan tanpa ke toilet. Well, untuk menonton film ini disarankan membawa otak yang sudah diberi istirahat cukup, kalo ga dijamin pusing dan pasti nganggepnya bosen en ngebingungin :)


Begitu sampe stega film, gw berasa kok ni film rada mirip sama The Prestige. Setelah gw nonton en nanya2, baru tau kalo ternyata The Prestige juga kerjaan nya si Nolan!! Damnn!!!! Cuma 2x gw ngerasa penasaran en amazed sama sebuah film en 2 2 nya kerjaan nya si Nolan. I just can't stop admiring Nolan's work, total genius!!!


Kemudian hal lain yang membuat film ini menjadi spesial adalah special effect serta scorring nya. Scorringnya seh keren abis... Gw ga tau siapa yang bikin (ga perna meratiin juga seh) but it was really really good.. Bener-bener melengkapi film nya kaya ice cream vanilla melengkapi sebuah waffle coklat :)

Gw heran sama diri gw sendiri kenapa gw ga suka sama DiCaprio. Gw tau ampir smua film dia bagus tapi tetep aja, gw ga perna suka sama dia. Begitu juga di film ini... I just don't like him despite the fact that he played briliantly as Cobb. I like that Levitt guy, rada mirip Keanu Reaves tapi lebi serius. Keren aja gitu, bisa look cold tapi humorous at the same time.


This is VERY RECOMMENDED!!!!!!

Rating: 8.7/10

Wednesday, July 14, 2010

Eclipse

Basi banget ya gw baru nonton Eclipse :p Daripada gw rebutan sama ABG ABG buat nonton Eclipse, uda tua gw... hahaha


Seperti yang kita ketahui, Eclipse adalah bagian ke-3 dari The Twilight Saga. Sebuah cerita yang sangat teramat panjang, membosankan, mendayu-dayu dan membuat jutaan perempuan di dunia laksana kesurupan pengen kawin sama Edward si vampir en Jacob si werewolf.

Eclipse menceritakan tentang cinta segitiga antara Edward Cullen (Robert Pattinson), Isabella Swan (Kristen Stewart) dan Jacob (Taylor Lautner). Diceritakan bagaimana Edward en Bella menghadapi konflik cinta mereka dan kebingungan Bella atas Jacob yang diam diam juga dia cintai. Sementara itu, mereka juga menghadapi ancaman dari luar berupa serbuan vampir pimpinan Victoria, vampir yang kekasihnya dibunuh Edward untuk melindungi Bella.


Okay.... First impression, Eclipse is sooooooooooo much better than the first two installments.

Dari segi cerita, at least ada konflik yang jelas (walaupun sebenernya kalo dipikir-pikir sungguh sangat ga penting dan bertele-tele) antara Edward, Bella en Jacob. Kemudian dengan adanya ancaman vampir asing itu, perhatian kita sedikit terdistract dari kisah cinta super membosankan dan too romantic to be true nya mereka. Ada sebuah ide besar yang ingin disampaikan di film ini dan disampaikan dengan cukup baik walaupun memakan waktu 1 film.

Kemudian dari segi acting pemainnya... Selaen pemeran serigala serigala itu yang semuanya tidak bisa acting (yang gw ga ngerti metode pemilihan mereka berdasarkan apa ya?) yang uda jelek, ga ada keren kerennya, ga bisa acting pula, semuanya mengalami peningkatan lah. Even buat si Taylor yang dulu parah abis uda kaya robot, skrg mendingan lah... I particularly like Alice, as usual :)


Fighting scenes yang diharapkan jadi klimaks dari film ini kurang mengigit.... Yah kalo dibandingin 2 film terdahulu seh uda bagus banget cuma tetep aja, kurang WOW gitu. But then... ini film drama bukan film action jadi no further comment. Salah satu adegan favorit gw adalah kedatangan Volturi dengan Jane (Dakota Fanning) sebagai pimpinannya. Now that is what I call COOL.... Fanning is great; pretty yet scary, gives u chill just by looking at her eyes.


Terlepas dari berbagai kekurangan seperti lambannya cerita, acting yang masi pas pasan, adegan ciuman yang tiada akhir, keanehan disana sini (dari sekian banyak werewolf, cuma si taylor yg bodynya keren abis, plis deh....), Eclipse lumayan menghibur. For the first time ntn The Twilight Saga, kata yang pertama dari mulut gw bukanlah jelek tapi lumayan.


Mudah-mudahan film berikutnya bisa lebi bagus lagi... Dan tolonggggg, stoppp membuat adegan tiduran dan bisik-bisikan di padang bunga, it's so.. FAKE..


Rating: 6/10

Sunday, July 11, 2010

Despicable Me

Despicable Me adalah sebuah animasi 3D yang mencoba merebut tahta animasi dari Disney. Gw lumayan skeptis pas pertama kali ngeliat bakal ada another animation non Disney, maklum ampe saat ini animasi non Disney yg gw suka cuma Ice Age. Tapiii karena banyak review bagus, gw penasaran juga seh :p


Ceritanya ada seorang penjahat yang bernama Gru (Steve Carrel). Dia dan bawahannya the minnions, mengakui diri sebagai penjahat terhebat di dunia. Sampai suatu hari, seorang penjahat bernama Vector (Jason Segel) mencuri piramid Giza dan sukses menjadi penjahat terhebat di bumi. Untuk kembali mengambil titelnya sebagai penjahat nomor 1, Gru berencana mencuri bulan!! Untuk memuluskan usaha nya, Gru mengadopsi 3 anak yatim piatu, siapa sangka 3 anak ini akan merubah hidup Gru selamanya


Sekali lagi, usaha gagal untuk mengalahkan Disney/Pixar. Despicable Me sebenernya sudah cukup bagus dari segi animasi. Yang kurang adalah segi cerita nya kalo menurut gw. Ceritanya lamban sekali, 30 menit pertama dari film sangat membosankan, gw ampir ketiduran. Untung saja menjelang ke belakang, dengan makin banyak nya minions yang very very adorable itu nongol, anak2 nya Gru juga makin mencolok, film ini ketolongan. Well, 3D nya keren seh, dibandingin animasi 3D laennya, ini berasa banget 3D nya but that's it.

Gw lumayan suka dialog di film ini, tidak sok dewasa seperti Shrek misalnya. Lumayan kid-friendly trus simpel. Tapi seperti yang uda gw tulis di atas, kadang terlalu lamban, kebanyakan ngomongnya daripada actionnya. Gw ga ngerasa film ini lucu, beneran deh. Biasa banget... Mungkin sebaiknya film ini dibikin jadi The Minnios trus satu film diperlihatkan ketololan dari minion-minion itu. That will be wayyyyy funnier hehe

Steve Carrel did a very good job as Gru. U can tell it's Carrel from the voice but the funny thing is, I can imagine Carrel voicing it in Carrel's funny facial expression. Well, he's one of my fave comedian hehe


Vector ga tau napa reminds me a lot of Edna Mode from The Incredibles. The expression, the hair style and the glasses!!! Kucing Copy abisssssss, tp lumayan lah bisa menambah warna di film yg rada rada datar ini


Nontonlah versi 3D nya, kalo ga makin ga worth watching aja ni film. Pay a lot of attention to the minions esp before the credit title. Cool 3D :)


Rating: 7/10